Jurnal Imedtech (Instructional Media, Design and Technology) Jurnal Ilmiah Citra Bakti Terakreditasi Skip to main content
Online ISSN: 2580-6033

GAMBARAN KEMAMPUAN BERPIKIR KOMPUTASI ANAK BERDASARKAN DIMENSI COMPUTATIONAL THINKING DI KOBER PEUPADO MALANUZA

Authors

  • Chatarina Dewi Rosari Kube STKIP Citra Bakti
  • Maria Karolina Dhone
  • Maria Kresentia Bora
  • Maria Fransiska Tolo
  • Gde Putu Arya Oka

DOI:

https://doi.org/10.38048/9qbkgf38

Abstract

Kemampuan berpikir komputasi (Computational Thinking) merupakan salah satu kompetensi penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak usia dini sebagai fondasi dalam membangun kemampuan berpikir logis, sistematis, kreatif, dan kritis. Berpikir komputasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi atau pemrograman komputer, tetapi juga mencakup kemampuan individu dalam mengidentifikasi masalah, mengenali pola, melakukan abstraksi, menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah, serta mengevaluasi hasil yang diperoleh. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, kemampuan berpikir komputasi dapat dikembangkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran konvensional yang dilakukan secara alami dalam kehidupan sehari-hari tanpa harus bergantung pada perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kemampuan berpikir komputasi anak berdasarkan dimensi Computational Thinking di Kober Peupado Malanuza.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif dengan kerangka naturalistic inquiry. Subjek penelitian terdiri atas 35 anak usia dini yang mengikuti kegiatan pembelajaran di Kober Peupado Malanuza. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur menggunakan instrumen yang mencakup delapan dimensi kemampuan berpikir komputasi, yaitu Problem Decomposition, Structural Component Identification, Pattern Recognition, Pattern Recognition and Error Correction Skills, Abstraction and Information Representation, Conceptual Generalization, Algorithmic Thinking, serta Planning, Experimentation, and Evaluation. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap aktivitas autentik anak selama proses pembelajaran berlangsung, seperti menulis huruf dan angka, mewarnai gambar, mengelompokkan objek, mengenali pola, dan menyusun urutan kegiatan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir komputasi anak secara umum berada pada kategori baik. Dimensi yang memperoleh skor rata-rata tertinggi adalah Pattern Recognition and Error Correction Skills dengan nilai 3,41. Temuan ini menunjukkan bahwa anak memiliki kemampuan yang baik dalam mengenali kesamaan pola, menemukan keteraturan, dan mengidentifikasi kesalahan sederhana dalam suatu rangkaian aktivitas. Dimensi Pattern Recognition, Structural Component Identification, dan Problem Decomposition juga menunjukkan capaian yang tinggi dengan nilai rata-rata masing-masing 3,32; 3,31; dan 3,30. Sebaliknya, dimensi Abstraction and Information Representation memperoleh skor terendah dengan nilai rata-rata 2,99, diikuti dimensi Planning, Experimentation, and Evaluation sebesar 3,01. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan berpikir komputasi tingkat lanjut yang berkaitan dengan abstraksi, evaluasi, dan perencanaan masih memerlukan stimulasi yang lebih terarah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas pembelajaran konvensional yang dilakukan secara rutin di lingkungan pendidikan anak usia dini mampu mendukung perkembangan kemampuan berpikir komputasi dasar tanpa ketergantungan pada teknologi digital. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran berbasis Unplugged Computational Thinking, gamifikasi, dan etnokomputasi yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles
Kembali ke Issue