ANALISIS DOMAIN DAN TEMA KEMAMPUAN KOMPUTASI ANAK USIA DINI DI TKK NEGERI RUTOSORO
DOI:
https://doi.org/10.38048/sy65jp47Abstrak
ABSTRAK
Kemampuan berpikir komputasi merupakan salah satu kompetensi penting abad ke-21 yang perlu di kembangkan sejak usia dini karena berperan dalam meningkatkan pemecahan masalah berpikir logis dan pengambilan ke putusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil dimensi kemampuan berpikir komputasi anak di TKK Negeri Rutosoro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Subjek penelitian berjumlah 32 anak TKK Negeri Rutosoro. Data di kumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen kemampuan berpikir komputasi yang terdiri atas delapan dimensi, yaitu dekomposisi, identifikasi komponen penyusun, pengenalan dan kelanjutan pola berulang, pengenalan kesamaan dan koreksi pola, abstraksi atau representasi informasi, generalisasi, algortima, serta perencanaan, percobaan dan evaluasi. Keabsahan data di perkuat melalui triangulasi anatara hasil observasi dan deskripsi aktivitas anak selama pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir komputasi anak berada pada kategori tinggi. Dimensi dekomposisi memperoleh skor tertinggi dengan rata-rata 3,30 (sangat tinggi), diikuti pengenalan pola berulang (3,19), generalisasi (3,05) dan rencana percobaan serta evaluasi (3,01). Sementara itu, dimensi abstraksi atau representasi informasi memperoleh skor terendah dengan rata-rata 2,79 meskipun masih berada pada kategori tinggi. Hasil triangulasi menunjukkan bahwa anak lebih mudah menunjukkan kemampuan berpikir komputasi melalui aktivitas yang bersifat konkret di bandingkan aktivitas yang memerlukan representasi simbolik dan abstraksi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa anak-anak TKK Negeri Rutosoro telah memiliki fondasi kemampuan berpikir komputasi yang baik terutama pada aspek dekomposisi dan pengenalan pola, namun masih memerlukan penguatan pada aspek abstraksi dan representasi informasi.
Kata kunci: berpikir komputasi, anak usia dini, dekomposisi, pengenalan pola, TKK Negeri Rutosoro.
ABSTRACT
Computational thinking is on of the essential twenty-first-century competencies that should be developed from an early age becaouse it conributes to problem solving, logical reasoning and decision-making skills. This study aimed to decribe the profile of computational thinking dimensionns among children at TKK Negeri Rutosoro. The research employed a descriptive qualitative approach using the Miles and Huberman data anaysis model, which consisted of data reduction, data display and conclusion drawing/verification. The participants were 32 children enrolled at TKK Negeri Rutosoro. Data were collected through observation using a computational thinking instrument comprising eight dimensions: decomposition, identificication of components, recognition and continuation of recurring patterns, recognition of similarities and pattern correction, abstraction or information representation, generalization, algorithms and planning, testing and evaluation. Data trustworthiness use strengthened throung tringulation between observation reults and descriptions of children’s activities during the observation process. The findings revealed that the children’s computational thinking abilities were generally categorized as high. The decomposition dimension achieved the highest mean score of 3,30 (very high), followed by pattern recognition and continuation (3,19), generalization (3,05), and planning, testing, and evaluation (3,01). In contrast, the abstraction or information represebtation dimension obtainned the lowest mean score of 2,79, although it still fell within the high category. Triangulation results indicated thet children demonstrated computational thinking skills more effectivery through concrete activities than through activities requiring symbolic representation and abstraction. The study concludes that children at TKK Negeri Rutosoro possess a strong foundation in computational thinking, particulary in decomposition and pattern recognition. However, further stimulation is needed to strengthen abstraction and information representation skills. These findings provide valuable insight for designing learning activities that support the development of computational thinking in early childhood education.
Keywords: computational thinking, early chidhood education, decomposition, pattern recognition, TKK Negeri Rutosoro.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Anda diperbolehkan: Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun; Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.